Di tengah riuhnya notifikasi dan layar yang tak pernah padam, ada satu hal yang mulai langka di banyak rumah: waktu berkualitas antara orang tua dan anak—tanpa gangguan gadget.
Bayangkan ini: Seorang anak pulang sekolah dengan cerita penuh semangat tentang teman barunya, tentang lomba menggambar yang ia ikuti, tentang rasa bangga karena berani bertanya di kelas. Tapi saat ia mencoba bercerita, sang orang tua sedang sibuk menatap layar. “Nanti ya, Nak,” katanya, tanpa menoleh.
Waktu berlalu. Cerita itu pun menguap.
Gadget Bukan Musuh, Tapi Jangan Jadi Pengganti
Kita tidak sedang menyalahkan teknologi. Gadget bisa menjadi alat belajar, hiburan, bahkan penghubung keluarga yang berjauhan. Tapi ketika layar menggantikan pelukan, obrolan, dan tawa bersama, kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: Apa yang sedang kita korbankan?
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan perhatian penuh dari orang tua—tanpa distraksi gadget—memiliki kepercayaan diri lebih tinggi, kemampuan sosial yang lebih baik, dan ikatan emosional yang lebih kuat dengan keluarga.
Waktu Berkualitas Tak Harus Lama, Tapi Harus Penuh
Memberikan waktu untuk anak bukan soal durasi, tapi soal kehadiran. Lima belas menit bermain bersama, membaca buku, atau sekadar ngobrol sambil makan malam bisa menjadi momen yang membentuk kenangan seumur hidup.
Cobalah:
- Jam Bebas Gadget setiap hari, misalnya pukul 18.00–20.00
- Ritual harian seperti cerita sebelum tidur atau makan malam bersama
- Ajak anak terlibat dalam aktivitas rumah: memasak, berkebun, atau beres-beres sambil ngobrol
Anak Tidak Butuh Layar, Mereka Butuh Kita
Anak-anak tidak akan mengingat video yang mereka tonton, tapi mereka akan mengingat siapa yang duduk di samping mereka saat mereka menangis, tertawa, atau merasa bingung. Mereka akan mengingat siapa yang benar-benar hadir.
Mari kita hadir. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional.
Karena di balik setiap anak yang tumbuh percaya diri dan bahagia, ada orang tua yang memilih untuk mematikan layar dan menyalakan perhatian.
Sumber Referensi:
- UNICEF – Dampak digitalisasi terhadap anak dan pentingnya kehadiran emosional orang tua.
- Harvard Center on the Developing Child – Pentingnya respons aktif orang tua dalam perkembangan anak.
- KPAI – Data penggunaan gadget di kalangan anak dan imbauan untuk meningkatkan interaksi keluarga.
- BKKBN – Pedoman pengasuhan dan pentingnya stimulasi sosial-emosional tanpa layar.