Di tengah dinamika pola asuh modern, muncul pertanyaan yang kerap menghantui para orang tua: perlukah anak disekolahkan sejak dini di PAUD? Apakah benar pendidikan usia dini bisa membentuk masa depan anak, atau justru terlalu cepat memperkenalkan dunia sekolah?
Jawabannya: PAUD bukan sekadar sekolah, tapi fondasi kehidupan anak.
Masa Emas Tak Datang Dua Kali
Usia 0–6 tahun dikenal sebagai golden age, masa di mana otak anak berkembang pesat dan kemampuan belajar mereka berada di puncaknya. Menurut Wikipedia Pendidikan Anak Usia Dini, PAUD adalah pembinaan sejak lahir hingga usia 6 tahun yang bertujuan membantu pertumbuhan jasmani dan rohani anak agar siap memasuki pendidikan lebih lanjut. Di fase ini, anak menyerap informasi seperti spons—cepat, luas, dan mendalam.
Belajar Lewat Bermain: Bukan Sekadar Duduk di Kelas
PAUD bukan tempat anak duduk diam dan belajar seperti di sekolah dasar. Justru, PAUD mengusung pendekatan bermain sambil belajar. Anak diajak bernyanyi, bergerak, berinteraksi, dan mengenal dunia dengan cara yang menyenangkan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut bahwa anak yang belajar di PAUD memiliki learning sustainability yang lebih baik dibanding yang tidak. Artinya, mereka lebih siap dan tahan menghadapi proses belajar di jenjang berikutnya.
Manfaat Anak yang Mengikuti PAUD
Berikut beberapa manfaat nyata yang diperoleh anak saat mengikuti pendidikan usia dini:
• Kemampuan Sosial dan Emosional Terasah
Anak belajar berbagi, bekerja sama, dan mengelola emosi saat berinteraksi dengan teman sebaya.
• Kecerdasan dan Kreativitas Berkembang
Lewat aktivitas seperti menggambar, bernyanyi, dan bermain peran, anak mengekspresikan diri dan mengasah imajinasi.
• Kemandirian dan Disiplin Sejak Dini
Anak terbiasa melakukan hal-hal sendiri seperti memakai sepatu, merapikan mainan, dan mengikuti aturan sederhana.
• Kemampuan Komunikasi Meningkat
Anak lebih percaya diri berbicara, mendengarkan, dan memahami instruksi.
• Siap Masuk Sekolah Dasar
Anak yang mengikuti PAUD lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan belajar formal dan memiliki bekal akademik awal.
• Kepribadian Positif Terbentuk
Anak cenderung lebih sabar, mandiri, dan memiliki rasa percaya diri yang baik.
Karakter, Empati, dan Kemandirian Terbentuk Sejak Dini
Tak hanya aspek akademik, PAUD juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kejujuran, disiplin, dan empati. Anak belajar bersosialisasi, mengelola emosi, dan menyelesaikan konflik kecil dengan teman sebayanya. Menurut Detik Edu, anak yang mengikuti PAUD cenderung lebih mandiri, sabar, dan mudah bergaul.
Lalu, Perlukah Anak Masuk PAUD?
Jawabannya: Ya, jika ingin memberi bekal terbaik sejak awal. PAUD bukan soal mengejar prestasi akademik, tapi membentuk fondasi karakter, sosial, dan kesiapan belajar anak. Namun, keputusan tetap kembali pada orang tua. Yang terpenting, anak mendapat stimulasi yang cukup—baik di rumah maupun di lembaga PAUD.
Sumber:
1. Wikipedia Pendidikan Anak Usia Dini
2. Kompas.com – Mendikdasmen: Anak Belajar di PAUD Lebih Memiliki Keberlanjutan Pembelajaran
3. Detik.com – Ini Manfaat dan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
4. Alodokter – Beragam Manfaat Pendidikan Anak Usia Dini
5. Sekolah Bekal – 10 Manfaat PAUD untuk Perkembangan Anak