Perkuat Mitigasi Perubahan Iklim, UNDP dan Donor Internasional Tinjau Inisiatif Ekonomi Sirkular di Kalurahan Parangtritis

PARANGTRITIS – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kunjungan strategis dari United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia dan donor internasional UK FCDO dalam rangka pemantauan proyek Climate Finance Network (CFN). Kunjungan yang berlangsung pada tanggal 27-28 April 2026 ini bertujuan untuk meninjau implementasi tata kelola pembiayaan iklim di tingkat daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Bantul.

 

Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah meninjau praktik baik yang dilakukan oleh Kelompok Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (Desa Prima) "Mutiara Selatan" di Kalurahan Parangtritis. Desa Prima Mutiara Selatan menjadi sorotan karena keberhasilannya mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi perempuan dengan pelestarian lingkungan melalui program pengelolaan sampah plastik di kawasan wisata.

Dalam rangkaian visitasi ini, tim UNDP bersama perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bantul dan Pemerintah Kalurahan Parangtritis meninjau langsung operasional TPST3R Depok. Di lokasi tersebut, Desa Prima Mutiara Selatan telah memulai uji coba mesin pencacah plastik sebagai bagian dari model bisnis sampah sirkular. Hasil cacahan plastik ini direncanakan akan diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mengurangi beban sampah di kawasan pesisir Parangtritis.

 

Kunjungan ini juga mencakup diskusi mengenai pengembangan Integrated Area Development (IAD) Masterplan dan penerapan Regional Climate Budget Tagging (RCBT) atau penandaan anggaran iklim daerah. Sistem ini diharapkan mampu memetakan sejauh mana anggaran daerah telah dialokasikan untuk mendukung pencapaian target penurunan emisi dan adaptasi perubahan iklim di Yogyakarta.

 

Dengan terpilihnya Kalurahan Parangtritis sebagai lokasi percontohan, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra internasional ini dapat menjadi rujukan bagi wilayah lain di Indonesia dalam mengelola pembiayaan iklim yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.