Pubertas adalah masa transisi yang penuh perubahan—bukan hanya fisik, tapi juga emosional dan sosial. Bagi anak perempuan, ini bisa menjadi masa yang membingungkan, sensitif, dan kadang membuat mereka merasa tidak nyaman dengan diri sendiri. Di sinilah peran seorang ayah menjadi sangat penting. Bukan untuk menggantikan peran ibu, tapi untuk melengkapi dan memperkuat fondasi emosional anak perempuan.
Mengapa Ayah Harus Terlibat?
Psikolog Nadya Pramesrani menegaskan bahwa hubungan ayah dan anak perempuan sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan citra diri anak. Ketika ayah hadir secara emosional dan tidak menjauh saat anak mulai menstruasi atau mengalami mood swing, anak merasa diterima dan dihargai. Sebaliknya, jika ayah menarik diri, anak bisa merasa malu, ditolak, bahkan kehilangan kepercayaan diri.
Menurut Dr. Mkwananzi dari UNISA, validasi dari ayah terhadap anak perempuan berperan besar dalam membentuk rasa nilai diri dan kestabilan emosional.
Strategi Ayah Menghadapi Anak Perempuan yang Sedang Pubertas
Strategi | Penjelasan Praktis |
---|---|
1. Mulai bicara sejak dini | Gunakan bahasa sederhana untuk menjelaskan perubahan tubuh dan emosi sejak usia 8–10 tahun. Ini membangun kepercayaan dan kenyamanan. |
2. Validasi perasaannya | Saat anak moody, katakan: “Ayah paham kamu lagi nggak nyaman. Mau cerita atau butuh waktu sendiri dulu?” |
3. Tetap hadir secara fisik dan emosional | Jangan ragu memeluk, menyapa, atau duduk bersama. Kehadiran ayah adalah penenang alami. |
4. Cari informasi dan belajar bersama | Meski ayah tidak mengalami menstruasi, tetap penting untuk tahu dan siap membantu. Misalnya, menyediakan pembalut atau bantal hangat saat anak kram. |
5. Jangan bereaksi berlebihan saat mood swing | Tetap tenang, jangan membalas dengan emosi. Mood ekstrem adalah bagian dari pubertas. |
6. Bangun rutinitas positif bersama | Olahraga ringan, memasak, atau sekadar jalan sore bisa jadi momen bonding yang meredakan ketegangan. |
Menghadapi Mood Swing Anak Perempuan
Lonjakan hormon saat pubertas bisa membuat anak perempuan mengalami perubahan suasana hati yang drastis. Berikut cara ayah bisa membantu:
- Pahami bahwa mood swing adalah normal
→ Jangan langsung menghukum atau bereaksi keras. Tetap tenang dan beri ruang. - Ajak anak bicara terbuka
→ “Kamu lagi kesal ya? Mau cerita atau butuh waktu sendiri dulu?”
→ Ini membantu anak mengenali emosinya sendiri. - Jadi contoh pengendalian emosi
→ Tunjukkan cara menghadapi stres dengan tenang dan terbuka. - Dorong gaya hidup sehat
→ Olahraga bersama, makan sehat, dan tidur cukup bisa membantu menstabilkan mood. - Bantu anak menemukan hobi atau kegiatan positif
→ Hobi bisa menjadi saluran ekspresi dan pengalih emosi negatif.
Sumber Referensi:
- Mommies Daily - 7 Tips untuk Ayah Menghadapi Anak Perempuan yang Lagi Pubertas
- Navila Baby - Cara Menghadapi Anak Perempuan Pubertas
- theAsianparent - 8 Cara Mengendalikan Mood Swing Anak Remaja
- IDN Times - Strategi Atasi Mood Swing Anak Remaja
- Dosen Psikologi - 15 Cara Mengendalikan Emosi Remaja